Oleh: Yahya Ado*

untitled

CHANGE! Satu kata yang paling ramai dibicarakan dalam dunia manajemen. Perubahan. Ya, setiap hari dunia berubah. Apalagi dunia bisnis, politik dan bahkan organisasi sosial. Semua berlomba-lomba mengantisipasi perubahan. Karena dunia terus berubah maka jika kita diam saja, kita akan tergilas oleh zaman.

 

Seperti cerita katak dalam panci. Seekor katak masuk dalam panci air besar yang tengah dihangatkan dengan api. Ia masuk ke dalam panci yang waktu itu suhu airnya tengah hangat. Nikmat sekali rasanya. Di kehangatan air itu, ia melepas lelah sampai tertidur. Apa yang terjadi? Jadilah ia si katak rebus. Sang katak tidak mengantisipasi perubahan pada kondisi lingkungannya sehingga ia celaka gara-gara berdiam diri.

 

Perubahan memang ada di mana-mana. Namun, banyak orang sulit mengerti dan memahami sebuah perubahan seperti kisah sang katak tadi. Mereka menganggap dunia ini biasa-biasa saja, bahkan larut dalam kondisi statusquo. Padahal perubahan itu pasti dan terus terjadi sepanjang manusia hidup, kapan saja dan di mana saja.

(more…)

Advertisements

Oleh: Yahya Ado

untitledTEMAN saya sibuk membuat proposal. Jemarinya menari di tuts laptop. Sesekali memencet kalkulator di meja kerjanya. Saya terheran. Kenapa dia membuat proposal dengan komputer tapi masih juga sibuk dengan kalkulator. Apakah ia tak percaya Excel yang begitu canggih menciptakan fitur untuk berhitung. Bahkan segala jenis rumus bisa dimasukan dalam excel.

Saya gagal paham, tapi mencoba mencermati saja. Lalu kemudian memberikan keyakinan kepadanya bahwa di laptop sudah ada excel dan juga kalkulator yang bisa digunakan. Lebih canggih dari kalkulatornya di meja kerja. Jadi tak perlu lagi berhitung manual di kalkulator.

(more…)

Oleh: Yahya Ado

 

Perjalanan ke Fatulunu

Perjalanan ke Fatulunu

Perjalanan 50 kilometer ditempuh dalam waktu dua jam dengan kendaraan roda empat. Gerombolan mobil-mobil itu berjejer menelusuri jalan berbatu penuh tikungan tajam. Dikelilingi bukit dan lembah dan melewati sungai-sungai kecil. Itulah keindahan untuk mencapai desa Fatulunu, di kecamatan Amanatun Selatan, Timor Tengah Selatan (TTS), Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Sehari berada di desa Fatulunu memberikan kesegaran jiwa dan semangat hidup. Betapa tidak, inspirasi itu selalu ada dari setiap senyum ribuan warga baik dewasa maupun anak-anak. Mereka menyambut gembira tim Plan International Indonesia hari itu (15/10) untuk melakukan kunjungan lapangan dalam sebuah perhelatan pelatihan CCCD (Child Center Community Development) in Practice di desa tanpa listrik itu.

(more…)

(Disadur dari The 8th HABIT)

Oleh: Yahya Ado

angsa bertelur emas[Al-kisah] Suatu hari, seorang petani miskin menemukan sebuah telur emas yang berkilau di kandang angsa peliharaannya. Pada awalnya dia berpikir bahwa hal itu mungkin hanya tipuan, tetapi setelah berpikir ulang, dia memutuskan untuk membawa telur itu ke pasar dan mencoba mencari tahu berapa harganya.

 Petani itu tak bisa mempercayai keberuntungan yang didapatkannya. Telur tersebut benar-benar terbuat dari emas murni! Dia menjadi bersemangat pada hari berikutnya saat angsa tersebut mengeluarkan telur emas lagi. Dari hari ke hari, dia bangun tidur dan buru-buru pergi ke kandang angsanya dan menemukan telur emas lagi. Dalam waktu singkat, dia menjadi luar biasa kaya.

Tetapi sayangnya, saat dia kaya, dia menjadi serakah dan tidak sabar. Dia tidak sanggup lagi untuk menunggu dari hari ke hari untuk mendapatkan telur-telur emas tersebut. Akhirnya petani tersebut memutuskan untuk membunuh angsa itu dan mengambil telur-telur emas yang ada di dalam perutnya sekaligus. Tetapi saat dia membelah perut angsanya, dia menemukan bahwa perut itu kosong. Tidak ada telur emas – dan sekarang juga tidak ada cara untuk mendapatkan telur emas itu lagi. Petani itu telah menghancurkan satu-satunya cara yang bisa menghasilkan telur-telur emas tersebut.

Dalam kisah ini, ada sebuah prinsip penting yang dapat diambil untuk refleksi kinerja sebuah organisasi. Kinerja unggul yang bisa bertahan terus-menerus adalah hasil dari dua hal: apa yang dihasilkan (telur-telur emas) dan kemampuan untuk menghasilkannya (angsa).

Jika organisasi hanya berfokus untuk menghasilkan telur-telur emas (mencapai hasil-hasil yang dituntut hari ini) dan mengabaikan angsa (membangun kapabilitas untuk mencapai hasil-hasil di masa mendatang), dalam waktu singkat mereka akan kehilangan asset yang menghasilkan telur-telur emas tersebut. Di sisi lain, jika organisasi hanya memperhatikan angsa tanpa tujuan untuk menghasilkan telur-telur emas, dalam waktu singkat mereka tidak akan punya apa-apa untuk memberi makan angsa tersebut. Kuncinya terletak pada keseimbangan, antara angsa dan telur-telur emas.**

Khutbah Idul Fitri

Boleng, 1 Syawal 1435 H – 28 Juli 2014 M

Oleh: Yahya Ado

اللهُ أكْبَرُ، اللهُ أكْبَرُ، اللهُ أكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الله أكْبَرُ، الله أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ، الله أكْبَرُكَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأصِيْلاً، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأحْزَابَ وَحْدَهُ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله الله أكْبَرُ، الله أكْبَرُ وَلله الْحَمْدُ.

Alhamdulillahi rabbil alamin, wal aakibatulil muttaqin, wala udwana illa alladzalimin. Wassalatu wassalamu ala syaidil anbiya iwal mursyalin, nabiyinaa wa maulaanaa Muhammad, wa ala aalihi wasahbihi ajmain..

Allah Maha Besar, tiada tuhan selain Allah. Segala puji hanya milik Allah sedari  pagi hingga petang. Tiada tuhan selain Allah yang benar-benar setia akan janji-Nya.  Allah yang memberi kemenangan kepada hamba-hambaNya.

Salam dan shalawat senantiasa tercurah buat junjungan  Nabiallah, Muhammad SAW yang kepemimpinan membawakan kejayaan islam hingga akhirul zaman.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil-hamdu..

Pagi hari ini kita menyaksikan ratusan juta manusia mengumandangkan takbir, tahlil, tasbih, dan tahmid. Milyaran bibir basah menggumamkan kebesaran, kesucian, dan pujian untuk Allah SWT. Sekian banyak pasang mata tertunduk di hadapan kemaha-besaran Allah Azza wa Jalla. Sekian banyak hati diharu-biru oleh kecamuk rasa bangga, rasa haru, rasa bahagia dalam merayakan hari kemenangan yang besar ini. Sebuah kemenangan dalam pertempuran panjang dan melelahkan, bukan melawan musuh di medan laga, bukan melawan pasukan dalam pertempuran bersenjata. Namun, pertempuran melawan musuh-musuh yang ada di dalam diri kita, nafsu dan syahwat serta syetan yang cenderung ingin menjerumuskan kita ke lembah kenistaan. Ibnu Sirin berkata tentang sulitnya mengendalikan jiwa, “Saya tidak pernah mempunyai urusan yang lebih pelik, ketimbang urusan jiwa.”

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walilllahil-hamdu..

(more…)

Oleh: Yahya Ado*

 

Perjuangan Adonara kabupaten sudah lama dihembuskan. Yang paling santer saat pemilihan gubernur (pilgub) tahun 2008 silam. Kemudian berlanjut ke pemilu legislative (pileg) 2009 sampai pemilhan umum kelapa daerah (pemilukada) bupati Flores Timur (Flotim) tahun 2010 lalu. Tapi sayang, sampai saat ini perjuangan tersebut belum membuahkan hasil.

 

Sementara, di penghujung tahun 2012 lalu propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat kado istimewa dengan ditetapkannya Malaka sebagai sebuah daerah otonomi baru sebagai kabupaten ke 22 di propinsi NTT oleh komisi II DPR RI. 

  (more…)

Oleh: Yahya Ado*

Dipresentasikan pada HUT PGRI 67 Tingkat Kabupaten Nagekeo di Kecamatan Nangaroro,

Senin 26 November 2012.

ISTILAH sekolah berasal dari kata “escole” artinya tempat bermain.  Itu berarti sekolah merupakan tempat yang sangat nyaman dan menyenangkan bagi anak untuk belajar (learn) dan bermain (play) atau sebaliknya. Sekolah bukanlah momok yang menakutkan bagi anak, tetapi sebagai sahabat bagi anak dalam proses pengembangan diri untuk mencapai tingkat kedewasaan (tanggungjawab) secara maksimal baik kepada diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Proses pengembangan diri bagi anak secara universal sejalan dengan prinsip pemenuhan hak anak  yang termuat dalam UUD 1945 maupun Konvensi Hak-Hak Anak PBB yang telah diratifikasi oleh Indonesia ke dalam Keppres No.36/1990,  yang mencakup empat prinsip: (a) non diskrimisasi, (b) kepentingan terbaik untuk anak, (c) hak hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan anak, serta (d) menghargai pendapat anak.

Namun demikian dalam tataran riil di masyarakat Indonesia, pelaksanaan keempat prinsip hak anak ini belum menunjukkan kemajuan yang berarti. Termasuk di lembaga pendidikan formal (sekolah), di mana suasana lingkungan sekolah yang belum menciptakan tempat yang ramah bagi anak untuk belajar tentang kehidupan.

(more…)